Minggu, 08 Januari 2012

T U B (TATA UPACARA BENDERA)

 ARTI
Tata      : mengatur, menata, menyusun
Upa       : rangkaian
Cara      : tindakan, gerakan

Tata Upacara Bendera adalah :
1.      Merangkaikan suatu tindakan atau gerakan dengan susunan secara baik dan benar.
2.      Tindakan atau gerakan yang dirangkaikan serta ditata dengan tertib dan disiplin
Jadi Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.

 SEJARAH
Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia telah melaksanakan upacara, upacara selamatan kelahiran, upacara selamatan panen.

DASAR  HUKUM
1.      Pancasila
2.      UUD 1945
3.      UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4.      Inpres No. 14 tahun 1981  ( 1 Desember 1981 ) tentang Urutan Upacara Bendera 

 MAKSUD  DAN  TUJUAN
1.            untuk memperoleh suasana yang khidmat, tertib, dan menuntut pemusatan perhatian dari seluruh peserta, maka disusunlah petunjuk pelaksanaan kegiatan ini.
2.      menjadikan sekolah memiliki situasi yang dinamis dalam segala aspek kehidupan bagi para siswa, guru, pembina dan kepala sekolah. Sehingga sekolah memiliki daya kemampuan dan ketangguhan terhadap gangguan-gangguan negatif baik dari dalam maupun luar sekolah, yang akan dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

 PEJABAT  UPACARA
a.       Pembina Upacara
b.       Pemimpin Upacara
c.       Pengatur Upacara
d.       Pembawa Upacara 

PETUGAS  UPACARA
a.       Pembawa Naskah Pancasila
b.       Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
c.       Pembaca Do’a
d.       Pemimpin Lagu
e.       Kelompok Pengibar / Penurun Bendera
f.        Kelompok Pembawa Lagu
g.       Pemimpin kelompok kelas / regu
h.       Cadangan tiap perangkat

PERLENGKAPAN  UPACARA
1.      Bendera Merah Putih
Ukuran perbandingan 2 : 3
Ukuran terbesar 2 X 3 meter
Ukuran terkecil 1 X 1,5 Meter 
2.      Tiang Bendera
Minimal 5 meter maksimal 17 meter
Perbandingan bendera dengan tiang 1 : 7
Ukuran yang ideal untuk sekolah tingkat SMP 7 – 8 meter 
3.      Tali Bendera
Diusahakan tali yang digunakan adalah tali layar ( tali kalimetal )dan bukan tali plastik
Dan tali harus berwarna putih
4.      Naskah-naskah
Intinya naskah harus terlihat selalu bersih
a.       Pancasila
b.       Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
c.       Naskah Do’a
d.       Naskah Acara

SUSUNAN BARISAN UPACARA
1.      Bentuk Barisan Satu Garis
Suatu bentuk barisan disusun  dalam satu garis dan menghadap ke pusat Upacara, dengan formasi :
          Shaf Bershaf·
          Banjar Bershaf·
2.      Bentuk barisan “ U “ / Angkare
Suatu barisan yang disusun dalam bentuk huruf “ U “ atau Angkare dan menghadap ke pusat Upacara, dengan formasi
          Shaf Bershaf·
          Banjar bershaf·
3.      Bentuk Barisan “ L “
          Shaf Bershaf·
          Banjar Bershaf·
Catatan :
Susunan Barisan Upacara diatas adalah suatu bentuk yang ideal, tetapi hal tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan upacara yang tersedia. 
UPACARA DALAM RUANGAN
Upacara yang dilakukan dalam ruangan  tidak melaksanakan Upacara Bendera, karena Sang Merah Putih sudah hadir sebagai bendera ruangan.

Bendera ruangan adalah :
  • Bendera yang dipasang pada tongkat bendera, terpancang pada standard bendera dan terletak disebelah kanan depan ruangan
  • Bendera yang dilekatkan terbentang horizontal di tengah – tengah dinding depan dari ruangan
Bila ada bendera kedua, kita tidak perlu melakukan penghormatan, cukup dengan aba – aba: “ Sang Merah Putih maju ke tempat yang telah ditentukan “.

SUSUNAN ACARA UPACARA
 PERSIAPAN
Dipilih dan disiapkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk tugas tersebut. Bendera, Tali, Tiang, Teks, Pengeras suara, Mimbar, dipersiapkan. Perhatikan daerah sekitar lapangan agar tidak terjadi kekacauan pada saat pelaksanaan.

 A.      PENDAHULUAN
1.       Pemimpin  Kelas menyiapkan pasukannya
2.       Pemimpin Upacara memasuki lapangan Upacara
3.       Penghormatan kepada Pemimpin Upacara
4.       Laporan Pemimpin Kelas kepada Pemimpin Upacara
Kemudian Pemimpin Upacara mengambil alih pimpinan peserta upacara diistirahatkan, (bersamaan dengan itu Tura menjemput Pembina )

 B.      ACARA POKOK
1.       Pembina Upacara memasuki lapangan Upacara
Didampingi oleh Tura, saat Tura kembali ketempat semula, pendamping pembina/pembawa naskah Pancasila menempati tempat 2 langkah disebelah kiri belakang pembina Upacara
2.       Penghormatan Umum
3.       Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara
4.       Pengibaran Sang Merah Putih
5.       Mengheningkan Cipta
6.       Pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Format A : Petugas maju kedepan menghadap Pembina, Lapor
                  ( untuk Lomba dan PHBN )
Format B : Petugas cukup maju kedepan 2 – 3 langkah )
                   ( Upacara hari Senin )
7.       Pembacaan Teks Pancasila
8.       Amanat Pembina Upacara
9.       Menyanyikan Lagu Nasional
10.     Pembacaan Do’a
11.     Laporan Pemimpin Upacara
12.     Penghormatan Umum
13.     Pembina Upacara meninggalkan lapangan Upacara

 C.      ACARA PENUTUP
1.       Penghormatan kepada pemimpin Upacara
2.       Pemimpin Upacara kembali ketempat semula

 D.      ACARA TAMBAHAN
1.      Pengumuman – pengumuman
Acara sertijab, penyerahan piala, dsb
2.      Peserta Upacara dapat dibubarkan
Dilakukan oleh Pemimpin Pasukan, Pemimpin pasukan adalah petugas yang mengawali dan mengakhiri jalannya upacara 
Keterangan :
Pembacaan Teks Pancasila dan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 1945 dapat dibalikkan posisinya pada Upacara Kesaktian Pancasila.

 Upacara penurunan bendera, setengah  tiang, dalam ruangan :
Suasana upacara sama dengan upacara bendera hanya pada waktu penurunan bendera dilakukan setelah pembacaan do’a, bendera dinaikan satu tiang penuh seiring dengan selesainya lagu, baru kemudian diturunkan setengah tiang.       
 Hal-hal yang perlu diperhatikan
ü  Semua yang hadir pada saat upacara hendaknya melakukan sikap sempurna.
ü  Gangguan dalam upacara
ü  Apabila kerekan bendera macet, upacara dilanjutkan setelah kerekan dibetulkan. Apabila kerekan putus, kelompok pengibar bendera mengibarkan / membentangkan bendera sampai upacara selesai. Apabila roboh tiangnya, maka upacara ditangguhkan dan apabila hujan turun saat upacara tengah berlangsung maka upacara dilanjutkan (lebih lengkapnya baca petunjuk TUB tahun 1995).

TATA CARA MELIPAT DAN MEMBENTANG BENDERA
 Teknik melipat bendera dan membentang bendera dibagi menjadi 2, yaitu :
1.       Teknik lipat 3
2.       Teknik lipat Genap
 Dibawah ini akan dijelaskan tata cara melipat bendera dengan teknik lipat genap. Teknik lipat genap sering digunakan karena kemungkinan kesalahannya sangat kecil. Maksudnya genap disini adalah jumlah lupatannya dapat 4, 6, 8, 10, asalkan genap dan disesuaikan dengan panjang bendera.

Cara melipat Bendera
  1. Patokan memegang bendera warna putih di tangan sebelah kanan dan warna merah di tangan sebelah kiri
  2. Pembentang memegang bendera warna merah di tangan sebelah kanan dan warna putih di tangan sebelah kiri
  3. Bendera direntangkan, kemudian dilipat menjadi dua bagian, bagian putih menghadap ke atas
  4. Kemudian dilipat memanjang menjadi dua bagian lagi, warna putih berada di dalam tertutup warna merah
  5. Pembentang melipat bendera menjadi beberapa bagian yang  genap dengan arah zig – zag
  6. Setelah menjadi beberapa bagian yang genap, lipat menjadi 2 bagian dengan arah horizontal ke dalam.
 Cara Membentang Bendera
  1. Pembentang, tangan kanan memgang bendera warna merah, tangan kiri memegang bendera warna putih
  2. Patokan, tangan kanan memegang bendera warna putih, tangan kiri memegang bendera warna merah
  3. Setelah itu pembentang mundur 3 (tiga) langkah, tangan masih dlam keadaan lurus
  4. Setelah mundur 3 langkah, pembentang membentangkan bendera sedangkan patokan diam
 TATA CARA PENGIBARAN & PENURUNAN BENDERA 
Yang terlibat langsung dalam pengibaran terdiri dari tiga orang , yaitu :
  1. Pengerek ( sebelah kiri pasukan )
  2. Pembawa Bendera ( ditengah )
  3. Pembentang Bendera ( sebelah kanan pasukan )
  1. Pengerek dan pembentang bendera memegang tali bersama – sama, bukan memegang tiangnya, punggung tangan yang memegang tali menghadap ke depan.
  2. Kemudian pengerek bendera mulai membuka tali pada tiang, perhatikan cara membuka talinya.
  3. Pengerek  melihat keatas untuk menchek apakah talinya sudah benar ataukah terbelit.
  4. Setelah posisi tali benar berikan / serahkan salah satu tali pada pembentang  bendera.
  5. Pengerek melakukan tindakan penyelamatan gaya tindakan penyelamatan ini bebas, yang penting adalah tali tersebut tidak terlepas dari tangan pengerek.
  6. Selanjutnya pengerek bendera memasang catok pada bendera, catok yang sebelah atas ke bagian warna merah dan catok yang satu lagi ke bendera warna putih.
  7. Kemudian pembentang menyerahkan tali yang dipegangnya ke pengerek.
  8. Langkah selanjutnya adalah pembentangan
Pembentang mundur 3 langkah ke belakang, setelah tiga langkah ke belakang baru bendera dibentangkan.
Bersamaan dengan mundurnya pembentang, pengerek menarik tiga kali ( kondisikan )
Selanjutnya pembentang menolehkan kepala ke arah Pemimpin Upacara dan memberikan isyarat dengan lantang dan keras “ Bendera Siap “. Pemimpin Upacara memberi aba – aba penghormatan pada bendera merah putih.
9.   Tindakan selanjutnya adalah pengerekan bendera
Pembentang maju kedepan dengan langkah yang tegap dan tangan yang masih membentangkan bendera, langkahnya tidak kaku, tidak santai, tidak asal – asalan, setelah sampai didepan tiang lemparkan ujung bendera berwarna putih ke arah belakang pembentang yang sesuai dengan arah angin.
Bendera dikerek seirama dengan lagu Indonesia Raya, posisi telapak tangan pengerek, pengulur, dan pembentang menggenggam. Keadaan tangan Pengerek dan pembentang pada saat pengerekan terlihat seperti cermin.
Bendera harus sudah sampai dipuncak tiang pada kata “ Hiduplah ……” bait terakhir dari Lagu Indonesia Raya.
Ketika aba – aba “ TEGAK = GERAK “ dari Pemimpin Upacara, maka Pengerek dan Pembentang langsung mendekatkan tangan pada tiang, dan tali dari Pembentang langsung diambil oleh pengerek.
10.   Langkah yang terakhir adalah pengikatan tali pada tiang.
Pengikatan tali ini dilakukan oleh Pengerek
Yang harus diperhatikan dalam pengikatan tali ini adalah posisi bendera yang telah berada diatas tidak boleh turun kembali, sehingga bagian tali yang berada di tangan pengerek harus diikatkan terlebih dahulu dengan kuat, kemudian kedua tali diikatkan sampai tali tersebut habis.
Catatan :
Kata yang dicetak tebal dan digaris bawahi 10 tahapan penaikan bendera yang harus tersusun dan tidak boleh terlewat.

10 Tahap Penurunan Bendera
  1. Memegang tali
  2. Membuka tali
  3. Penggerek melihat keatas
  1. Serahkan tali dari pengerek ke pembentang Pembentang memberikan  isyarat dengan lantang dan keras “Bendera Siap”
  2. Penurunan Bendera. Pembentang menarik tali dan pengerek mengulur dengan sedikit menahannya agar tidak terlalu cepat turun ke bawah
  3. Serahkan tali dari pembentang ke orang yuang ditengah. Pembentang mengambil ujung bendera, dan mulai mundur sampai bendera terbentang.
  4. Membentangkan bdenra sampai aba – aba dari Pemimpin Upacara “ TEGAK =GERAK “. Pembentang dan Pembawa bendera melipat bendera menjadi dua bagian dengan warna putih menghadap ke arah pasukan.
  5. Pembawa Bendera melakukkn tindakan penyelamatan pada tali.
  6. Pembawa Bendera ( satu orang ditengah ) membuka catok tali dan bendera.
  7. Serahkan tali tersebut kepada pengerek untuk diikat Ketika pengerek mengikat tali pada tiang, pembawa bendera dan pembentang melakukan pelipatan bendera. Pelipatan bendera ini bebas, asalkan rapih dan cepat.
KEWAJIBAN DAN HAL-HAL YANG MUNGKIN TERJADI SEWAKTU UPACARA BENDERA DILAKSANAKAN
1. Kewajiban pada waktu dilaksanakan upacara bendera di sekolah semua guru, siswa, staff yang berada dihalaman sekolah yang kebetulan tidak mengikuti upacara pengibaran/penurunan bendera mereka diwajibkan mengambil sikap sempurna mengarah kearah bendera dan memberikan penghormatan.
2. Gangguan pada saat upacara bendera
· Kerekan macet Upacara berjalan terus dan setelah selesai kerekan dibetulkan.
· Tali kerekan putus Kelompok pengibar bendera berusaha menangkap bendera tegak lurus sampai upacara selesai kemudian bendera dilipat sesuai ketentuan untuk disimpan.
· Tiang bendera roboh Kelompok pengibar bendera berusaha menegakkan/menangkap tiang bendera yang roboh bila tidak mungkin dipertahankan laksanakan seperti pada sebelumnya.
· Cuaca buruk/hujan Apabila sebelum dilaksanakan upacara, cuaca buruk/hujan maka upacara penaikan bendera dibatalkan. Tetapi apabila sudah dilaksanakan upacara, cuaca buruk/hujan maka upacara tetap dilaksanakan sampai bendera berada dipuncak dan lagu selesai dinyanyikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar