Senin, 14 Januari 2013

Kondisi pada Linux with C


  • IF
If digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Apabila pernyataan bernilai benar maka statment pada blok if akan di proses jika tidak maka pernyataan tidak di proses.

Bentuk umum IF :
IF (kondisi)
Pernyataan ;

Contoh :
#include<stdio.h>
Int main() {
Float nilai;
Printf (“Masukan Angka :”);
Scanf (“%f”, &nilai)
IF (nilai>65)
Printf (“\n Anda Lulus.. \n”);
Return 0;
}
  • IF..ELSE
Sedangkan if..else digunakan apabila kondisi benar maka pernyataan 1 akan dijalankan jika bernilai salah maka pernyataan 2 yang akan dijalakan.

Bentuk umum IF..ELSE :
IF (kondisi)
Pernyataan 1;
ELSE
Pernyataan 2;

Contoh:
#include<stdio.h>
Int main() {
Int angka;
Printf (“Masukan Angka :”);
Scanf (“%d”, &angka);
Printf (“\n Bilangan %d Bilangan “, angka);
IF (angka%2==0)
Printf (“Genap \n”);
Else
Printf (“Ganjil n”);
Return 0;
}
  • SWITCH
Kondisi ini dirancang khusus untuk menagani pengambilan keputusan dengan melibatkan sejumlah alternatif atau bisa dibilang semacam if bersarang.

Bentuk umum SWITCH :
SWITCH (ekspresi)
Case konstanta 1;
Pernyataan;
.  .  .  .  .
Break;
Case konstanta N;
Pernyataan;
.  .  .  .  .
Break;
Default;
Break;

Contoh :

#include<stdio.h>
Int main() {
Int pilih;
Printf (“\n ---Menu---\n”);
Printf (“  1. Mie Ayam \n”);
Printf (“  2. Bakso \n”);
Printf (“  3. Mie Ayam Bakso \n”);
Printf (“ Masukan Pesanan :  \n”);
Scanf (%d”, &pilih);
SWITCH (pilih)
{
Case1 :
Printf (“ Anda memesan Mie Ayam \n”);
Break;
Case2 :
Printf (“ Anda memesan Bakso \n”);
Break;
Case3 :
Printf (“ Anda memesan Mie Ayam Bakso\n”);
Break;
Default :
Printf (“\n Pesanan anda tidak tersedia.. \n “);
Return 0 ;
}
}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar